Jumat, 29 Juni 2018

Perjalanan Menuju Puncak MT.SLAMET 3428 MDPL

Assalamualaikum.wr.wb

Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan saya kemarin saat mendaki  “MT.SLAMET 3428 MDPL” .


Perjalanan kami mulai pada tanggal 19/06/2018 hari selasa, tepatnya setelah lebaran H +5 kita melakukan perjalanan motoran dari Bawen lebih tepatnya rumah saya sendiri. Kita berisikan 3 personil, dua orang saya dan teman mendaki saya lalu satu orang lagi adalah teman kenal saya dari semarang.

(sebelum berangkat motoran)


Perkenalkan dulu :
  • Sebelah kiri memakai ikat kepala biru itu saya sendiri DEDEN
  • Lalu yang tengah itu teman saya dari semarang DIMAS
  • Dan yang paling kanan itu si kecil yang setrong Mas AFRY

Singkat cerita saya bertemu dengan Dimas ini saat melakukan TIKTOK di MT.UNGARAN 2050 MDPL  nah di saat yang kebetulan Dimas ini hanya sendiri . waktu di pos 1 saya sapa saja seperti sapaan pendaki pada umumnya “Sendirian saja mas?” begitu tanyaku Dimas pun menjawab “iya,mas”. Lalu aku dan mas afry memutuskan untuk mengajaknya bersama menuju puncak dan kebetulan lagi dia juga TIKTOK seperti kami. Tidak lebih dari 2 jam kami sampai di puncak dengan istirahat yang terbilang jarang (karena mengejar waktu juga hehehe). Selama perjalanan ke puncak MT.UNGARAN kami ngobrol ngalor ngidul membahas apa saja yang bisa di bahas. Sesampainya di puncak saya bertukar kontak atau nomor telepon. Nah dari situ kami masih saling terhubung satu sama lain sampai sekarang.

Oke sekarang kita masuk perjalanan ke Puncak SLAMET !

Tanggal 19/06/2018 tepat pukul 07.00 pagi, kami melakukan perjalanan ke purbalingga melalui beberapa kota dan jalur yang sebenarnya belum  kami pahami. Karena saya sering main ke wonosobo jadi sampai wonosobo saja saya paham jalur ke purbalingga. Selebihnya kami menggunakan GPS, (sungguh membantu aplikasi saat ini J) . namun sebelum sampai ke wonosobo saya sempat terpisah dengan teman-teman, karena jalan mau ke temanggung sangat ramai jadi tidak memungkinkan saya untuk menunggu teman-teman. (sebelumnya sudah bilang kalau kita terpisah bertemu di gapura TEMANGGUNG TERSENYUM). Eh..... betul saja salah satu teman saya Dimas terpisah dan terlewat dari gapura tersebut. Jadi saya dan mas afry yang kebetulan dia sudah biasa main sama saya menunggu Dimas di Gapura temanggung. Selang kurang lebih 15 menit akhirnya kita berkumpul bertiga lagi.

(sambil menunggu Dimas saya foto" dulu gans)



Ok guys gas.... lagi sesampainya kita di kota wonosobo kita berhenti di alun-alun untuk men-set lokasi basecamp bambangan MT.SLAMET. setelah kita set perjalanan otomatis teman saya yang memakai motor selain kopling saya suruh jalan di depan karena dia yang bisa melihat GPS. Perjalanan cukup santai dan tidak macet parah, macet juga masih bisa jalan gan. Sesampainya kita samapai di kota purbalingga sempat ada kejadian hampir saja menimpa teman saya Dimas. Lagi-lagi Dimas guys saya berdoa semoga tidak terjadi apa-apa, Alhamdulilah tidak terjadi tabrakan antara Dimas dan pemotor lainya (orang purbalingga sendiri) . kita semua bersyukur hampir saja karena saya dan mas afry tepat berada di belakang Dimas, semua slesai dengan damai dan bisa lanjut menuju basecamp bambangan. Kita lanjut guys memasuki kawasan gunung SLAMET, udara mulai terasa sejuk dan dingin... ini yang saya tunggu-tunggu sepanjang perjalanan (karena panas hehe). Sesampainya di basecamp bambangan tepat pukul 13.30, kami istirahat sejenak untuk menyiapkan semuanya. Tepat pukul 14.00 kami memulai semuanya mulai dari registrasi dan kelengkapan kami. Oh iya.... ada yang unik dalam pendakian saya kali ini, setelah registrasi dan melakukan pendakian kami para pendaki di wajibkan membawa bibit tanaman masing-masing satu. Jadi Bibit tanaman ini memang sudah di siapkan oleh pihak basecamp jadi kita tinggal bawa saja guys.

NB : Untuk biayanya sendiri Parkir 10 ribu permotor . Dan Tiket untuk SLAMET sendiri itu 20 rb per orang.

(Sebelum mendaki saya dan teman-teman melakukan sesi foto hehe)



Setalah selesai berfoto di gapura pendakian Gunung SLAMET Via Bambangan, saya dan teman lanjut saja melakukan track , melalui gardu pandang – POS 1 jalan terbilang enak menurut saya walau cukup jauh waktu yang kami tempuh hanya 1 jam 15 menit. Selama perjalanan kami banyak menemui pendaki Turun dan naik, walau paling banyak ketemu yang turun. Kami juga membuat beberapa video lucu-lucu selama pendakian.

(Video saya :p)



Dan dari POS 1 – POS 2 pun perjalanan masih terbilang enak waktu yang kami tempuh cukup cepat. Waktu menunjukan Pukul 16.30. terbilang masih cukup cerah untuk berjalan di tengah-tengah vegetasi yang lebat di Gunung SLAMET. Waktu menunjukan pukul 17.30, lumayan jauh dan kami belum menjumapai POS 3. Karena memang perjalanan dari POS 2 ke POS 3 cukup jauh dan hari mulai gelap. Saya dan teman-teman memutuskan untuk mengambil alat penerangan seperti headlamp dan senter. Di pertengahan perjalanan saya terkena cidera sampai 2x yang membuat saya tidak bisa berjalan, baru kali ini saya mengalami cidera hebat seperti ini. Karena memang mungkin faktor kelelahan dan tenaga terkuras dalam perjalanan motor yang cukup jauh. Untung saja mas afry partner paling saya percaya dalam setiap pendakian bisa mengani itu, dia selalu membantu saya memberi suport dan tidak memaksakan diri. Mas Afry bilang “jangan terlalu memaksakan diri, jika memang tidak sanggup kita sampai disini saja tidak apa-apa” namum dalam hati saya ( saya tidak mau menyia-nyiakan moment ini). Saya lalu bilang kita ngecamp di POS 3 saja karena hari juga sudah gelap, padahal rencana awal saya dan teman ingin ngecamp di POS 5 atau POS 7. (mengalahkan ego itu lebih susah dari pada terjadi yang tidak-tidak). Akhirnya sekitar jam 19.00 kami sampai di POS 3, saya sangat bersukur ALHAMDULILAH, saya dan teman mulai mendirikan tenda dan menata semua di dalamnya. ALHAMDULILAH lagi selesai kita membuat Tenda hujan turun setelahnya, entah ini sudah di Rencanakan oleh ALLAH atau bagaimana saya tidak tahu. Namun saya sangat bersyukur atas itu semua, karena terhindar dari malam yang mencekam dan hujan yg cukup lebat.

(ini dia mas afry sang partner hebat saya)


Akhirnya saat malam itupun saya dan teman-teman membuat kesepakatan untuk sumith jam 3 menuju puncak. Awalnya mas afry ragu akan rencana saya ini, namun saya meyakinkanya kalau saya sudah pulih setelah beristirahat. Akhirnya saat yang di nanti itupun tiba tepat pukul 02.00 saya bangun, karena hanya memang saya yang memasang Alarm saat itu. Saya membangunkan ke dua teman saya Mas Afry dan Dimas, dan saya juga membuatkan mereka berdua minuman panas agar tubuh mereka tidak terlalu kedinginan. Tepat jam 03.00 kami semua siap, kebetulan sebelah tenda kami rombongan dari purwakarta ikut track/sumith jam 03.00 juga. Alhamdulilah kita ketambahan 9 personil jadi ber duabelas J. Namun sesampainya di POS 5 saya dan teman-teman memutuskan untuk lanjut duluan, sempat ada kendala teman saya DIMAS mengalami mual-mual. Namun dia masih kuat untuk melakukan perjalanan ke PUNCAK SLAMET. Alhamdulilah sesampainya di POS 7 mentari terbit walau masih jam 05.30 namun cukup cerah untuk melakukan track. Sesampainya di monumen BIMO ADITYA PRATAMA . saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan foto-foto karena memang viewnya bagus sekali, lagi-lagi DIMAS terpisah dari saya dan Mas Afry. Saya berfikir paling dia sudah di puncak duluan, jadi saya menyusul DIMAS untuk menemuinya duluan dan Mas Afry di belakang siapa tau dia juga tidak sengaja bertemu DIMAS.

(In Memorian BIMO ADITYA PRATAMA)



(View dekat monumen BIMO ADITYA PRATAMA)


(Track menuju puncak slamet)


Sesampainya di puncak pukul 07.00 saya cari di sekeliling tidak ketemu DIMAS, saya teriaki namanya juga tidak ada balasanya. Lalu saya tunggu Mas Afry untuk bertanya apakah dalam perjalanannya tadi dia bertemu DIMAS? Mas Afry bilang “tidak”. Saya dan Mas Afry makin khawatir dan berpikiran mungkin sudah turun dahulu, jadi saya berharap DIMAS tidak apa-apa (karena tadi sempat mual-mual). Setelah itu saya mengajak mas afry untuk menuju kawah SLAMET karena moment di kawahnya itu sangat indah walau berkabut. Kami berfoto di tugu PUNCAK SURONO , saya dan Mas Afry bersyukur karena dengan ini semua SEVEN SUMITH DI JAWA TENGAH berhasil kami taklukan. Saya bersyukur akan itu semua, karena impian Saya dan Mas Afry akhirnya terwujud walau dengan macam-macam kejadian yang telah kami lalui sebelumnya. Tidak lama kami di atas Puncak Slamet karena Mas Afry sendiri sudah tidak kuat akan Hawa dinginya dan buru-buru mengajak turun akhirnya saya mengiyakan keinginan partner hebat saya ini. Sebelum turun kami juga sempat mengabadikan moment-moment indah saat di PUNCAK SLAMET.

(Beberapa view di atas puncak SLAMET)




Kami turun pukul 07.45 hampir jam 08.00, saya dan mas afry turun dengan hati-hati terutama mas afry karena sebenarnya dia itu PHOBIA akan ketinggian hehe (tapi hebat dia bisa sampe mana-mana). Jadi otomatis saya turun dahulu dan menunggunya di dekat POS 9. Sekitar setengah jam saya menunggu saya juga bertemu sesama pendaki yang berasal dari purbalingga tapi dia seseorang yang menurut saya berpengalaman . saya pun mengobrol banyak denganya dan sempat bertukar nomor telepon karena dia bilang ingin main ke gunung ungaran, setalah mas afry tiba dan istirahat sebentar karena kebetulan logistik minum dan makan saya yang bawa. Kamipun turun langsung menuju ke POS 3 tempat di mana tenda kami berdiri dan kemungkinan juga DIMAS sudah disana. Dan betul saja Dimas sudah berada di warung POS 3. Saya bersyukur karena dia tidak apa-apa, namun saya juga menyesal karena tidak bisa berfoto bertiga di puncak .

(ini dia DIMAS teman saya dari semarang yang beberapa kali terpisah dari rombongan)

Saya dan teman-teman memutuskan untuk turun jam  14.00 jadi kami samapai di POS 3 jam 10.00 istirhat (alias makan ngemil tidur) dan bangun jam 13.30. Untuk meringkas peralatan kami semua. Alhamdulilah selama jalan turun sampai ke basecamp semua lancar. Cukup cepat turunya karena sampai di base camp itu jam 17.00. kita lalu registrasi kembali ke pihak basecamp untuk mengambil identitas diri (KTPnya Mas Afry), ada yang unik di sini karena sebelum kalian bisa mengambil identitas diri kalian harus menunjukan sampah kalian selama di atas sana. Jadi ini membuat kedisplinan juga kepada setiap pendaki yang ada, saya sangat suka cara ini J.

(Moment saat turun)


Untuk mempersingkat waktu akhirnya kami pun segera bersih-bersih dan langsung lanjut perjalanan pulang. Namun cuaca berkata lain yang tadinya sangat cerah tiba-tiba mendung berkabut dan hujanpun turun posisi kami masih di sekitaran bambangan. Saya memutuskan untuk berhenti di salah satu warung makan (saya lupa namanya) namun pemilik warung ini sangat baik terhadap kami bertiga beliau mengijinkan kami bertiga untuk rehat dan tidur sejenak tidak apa-apa. Setelah selesai makan dan menunggu hujan tak kunjung reda dari jam 19.00-22.00 saya dan teman-teman memutuskan memejamkan mata sejenak, tepat pukul 22.00 hujan reda tidak menyia –nyiakan moment tersebut kami bergegas pamit . tapi tidak bisa langsung pamit kepada pemilik warung karena beliau sudah tutup jam 21.00 jadi kami mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikanya itu. Lanjut setelah sampai di daerah BANJAR NEGARA hujan kembali mengguyur kami dan berhenti lagi sekitar 30 menit. Tidak lama tapi jam sudah menunjuka pukul 23.30 , hampir tengah malam kita masih berada di BANJAR NEGARA. Alhamdulilah agak terang kita lanjut jalan sampai di wonosobo terang dan kami pun melaju kendaraan sekitar 80-100km/jam cukup kencang memang mengingat mengejar waktu juga dan mata mulai berat. Sempat 2 kali berhenti untuk istirahat dan akhirnya lanjut lagi , titik point terkahir saya bilang berkumpul di rumah saya. Dan benar saja sekitar jam 03.00 saya baru sampai rumah di susul DIMAS dan MAS AFRY, sungguh petualangan yang hebat dan penuh akan kejutan .

(Moment pulang dari warung)

(Moment abis hujan di BANJAR NEGARA)

(Mas afry gak mau kalah :D)

(salah satu moment istirhat di ****mart)


Sekian sedikit kisah perjalanan saya selama mendaki GUNUNG SLAMET
Penuh akan kejutan dan Hal-hal baru menurut saya
Saya banyak terimakasih kepada ALLAH SWT karena telah melindungi Saya dan Teman-teman
Serta ijin dari orang tua pastinya :) 

Pesan dan Kesan dari Saya sendiri untuk perjalanan panjang ini :

Pesan : Tetap sopan di manapun kamu berada, hati-hati jangan gegabah dan solid terhadap teman-temanmu . Perbanyak Doa dan Tawakal sama Allah SWT :)

Kesan : Saya memiliki seorang teman yang sangat hebat Mas Afry dan Dimas. tidak gampang menyerah dan selalu memberi dukungan. serta pengalaman berharga untuk saya bisa menyelesaikan SEVEN SUMITH JAWA TENGAH :) 

Jika terdapat tulisan saya yang kurang pantas di baca tolong kritik dan saran ya teman-teman
karena saya sendiri masih belajar untuk membuat artikel serta Blog ini :)

Terima kasih

Wasslamualaikum.wr.wb

Kamis, 28 Juni 2018

Perkenalan Diri

Assalmuaklaikum.wr.wb


Sebelum kita lanjut ke pembahasan mengenai BLOG saya ini.
Ijinkan saya untuk memperkenalkan diri saya terlebih dahulu

Nama   : Deden Andy Pratama
TTL     : Kab.Semarang , 08-10-1996
Status   : Karyawan Swasta
Alamat : Dusun Kraja Asinan kec.bawen kab.semarang
Hobby  : Traveller, Hiking, Eating Dll.

Bio sekilas tentang diri saya :

Saya merupaka anak dari orang tua yang berdarah sunda dan jawa, jadi secara keturunan saya ini Blasteran hehehe. mengenai hobi saya yang suka sekali akan keindahan alam, saya termasuk salah satu orang yang peduli akan lingkungan. saya juga memiliki selera humor yang ga garing" banget hehe. jadi semoga saya membuat tulisan atau ketikan pada blog ini bertujuan untuk menceritakan sebagian pengalaman perjalanan hidup saya, khususnya dalam dunia HIKING dan TRAVELING.

jadi jika terdapat tulisan atau ketikan saya yang tidak sesuai saya mohon untuk mengkritik dengan baik dan bijak. sekian dan terimakasih perkenalan singkat saya 😊😊😊.

Wassalamualaikum.wr.wb