Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan
saya kemarin saat mendaki “MT.SLAMET
3428 MDPL” .
Perjalanan kami mulai pada tanggal 19/06/2018 hari selasa,
tepatnya setelah lebaran H +5 kita melakukan perjalanan motoran dari Bawen
lebih tepatnya rumah saya sendiri. Kita berisikan 3 personil, dua orang saya
dan teman mendaki saya lalu satu orang lagi adalah teman kenal saya dari
semarang.
(sebelum berangkat motoran)
Perkenalkan dulu :
- Sebelah kiri memakai ikat kepala biru itu saya sendiri DEDEN
- Lalu yang tengah itu teman saya dari semarang DIMAS
- Dan yang paling kanan itu si kecil yang setrong Mas AFRY
Singkat cerita saya bertemu dengan Dimas ini saat melakukan TIKTOK di MT.UNGARAN 2050 MDPL nah di
saat yang kebetulan Dimas ini hanya sendiri . waktu di pos 1 saya sapa saja
seperti sapaan pendaki pada umumnya “Sendirian saja mas?” begitu tanyaku Dimas
pun menjawab “iya,mas”. Lalu aku dan mas afry memutuskan untuk mengajaknya
bersama menuju puncak dan kebetulan lagi dia juga TIKTOK seperti kami. Tidak lebih
dari 2 jam kami sampai di puncak dengan istirahat yang terbilang jarang (karena
mengejar waktu juga hehehe). Selama perjalanan ke puncak MT.UNGARAN kami
ngobrol ngalor ngidul membahas apa saja yang bisa di bahas. Sesampainya di
puncak saya bertukar kontak atau nomor telepon. Nah dari situ kami masih saling
terhubung satu sama lain sampai sekarang.
Oke sekarang kita masuk perjalanan ke Puncak SLAMET !
Tanggal 19/06/2018 tepat pukul 07.00 pagi, kami melakukan
perjalanan ke purbalingga melalui beberapa kota dan jalur yang sebenarnya
belum kami pahami. Karena saya sering
main ke wonosobo jadi sampai wonosobo saja saya paham jalur ke purbalingga. Selebihnya
kami menggunakan GPS, (sungguh membantu aplikasi saat ini J) . namun sebelum
sampai ke wonosobo saya sempat terpisah dengan teman-teman, karena jalan mau ke
temanggung sangat ramai jadi tidak memungkinkan saya untuk menunggu
teman-teman. (sebelumnya sudah bilang kalau kita terpisah bertemu di gapura
TEMANGGUNG TERSENYUM). Eh..... betul saja salah satu teman saya Dimas terpisah
dan terlewat dari gapura tersebut. Jadi saya dan mas afry yang kebetulan dia
sudah biasa main sama saya menunggu Dimas di Gapura temanggung. Selang kurang
lebih 15 menit akhirnya kita berkumpul bertiga lagi.
(sambil menunggu Dimas saya foto" dulu gans)
Ok guys gas.... lagi sesampainya kita di kota wonosobo kita
berhenti di alun-alun untuk men-set lokasi basecamp bambangan MT.SLAMET. setelah
kita set perjalanan otomatis teman saya yang memakai motor selain kopling saya
suruh jalan di depan karena dia yang bisa melihat GPS. Perjalanan cukup santai
dan tidak macet parah, macet juga masih bisa jalan gan. Sesampainya kita
samapai di kota purbalingga sempat ada kejadian hampir saja menimpa teman saya
Dimas. Lagi-lagi Dimas guys saya berdoa semoga tidak terjadi apa-apa, Alhamdulilah
tidak terjadi tabrakan antara Dimas dan pemotor lainya (orang purbalingga
sendiri) . kita semua bersyukur hampir saja karena saya dan mas afry tepat
berada di belakang Dimas, semua slesai dengan damai dan bisa lanjut menuju
basecamp bambangan. Kita lanjut guys memasuki kawasan gunung SLAMET, udara
mulai terasa sejuk dan dingin... ini yang saya tunggu-tunggu sepanjang
perjalanan (karena panas hehe). Sesampainya di basecamp bambangan tepat pukul
13.30, kami istirahat sejenak untuk menyiapkan semuanya. Tepat pukul 14.00 kami
memulai semuanya mulai dari registrasi dan kelengkapan kami. Oh iya.... ada yang unik dalam
pendakian saya kali ini, setelah registrasi dan melakukan pendakian kami para
pendaki di wajibkan membawa bibit tanaman masing-masing satu. Jadi Bibit
tanaman ini memang sudah di siapkan oleh pihak basecamp jadi kita tinggal bawa
saja guys.
NB : Untuk biayanya sendiri Parkir 10 ribu permotor . Dan Tiket untuk SLAMET sendiri itu 20 rb per orang.
NB : Untuk biayanya sendiri Parkir 10 ribu permotor . Dan Tiket untuk SLAMET sendiri itu 20 rb per orang.
(Sebelum mendaki saya dan teman-teman melakukan sesi foto hehe)
Setalah selesai berfoto di gapura pendakian Gunung SLAMET
Via Bambangan, saya dan teman lanjut saja melakukan track , melalui gardu
pandang – POS 1 jalan terbilang enak menurut saya walau cukup jauh waktu yang
kami tempuh hanya 1 jam 15 menit. Selama perjalanan kami banyak menemui pendaki Turun
dan naik, walau paling banyak ketemu yang turun. Kami juga membuat beberapa
video lucu-lucu selama pendakian.
(Video saya :p)
Dan dari POS 1 – POS 2 pun perjalanan masih terbilang enak
waktu yang kami tempuh cukup cepat. Waktu menunjukan Pukul 16.30. terbilang
masih cukup cerah untuk berjalan di tengah-tengah vegetasi yang lebat di Gunung
SLAMET. Waktu menunjukan pukul 17.30, lumayan jauh dan kami belum menjumapai
POS 3. Karena memang perjalanan dari POS 2 ke POS 3 cukup jauh dan hari mulai
gelap. Saya dan teman-teman memutuskan untuk mengambil alat penerangan seperti
headlamp dan senter. Di pertengahan perjalanan saya terkena cidera sampai 2x
yang membuat saya tidak bisa berjalan, baru kali ini saya mengalami cidera
hebat seperti ini. Karena memang mungkin faktor kelelahan dan tenaga terkuras
dalam perjalanan motor yang cukup jauh. Untung saja mas afry partner paling
saya percaya dalam setiap pendakian bisa mengani itu, dia selalu membantu saya
memberi suport dan tidak memaksakan diri. Mas Afry bilang “jangan terlalu
memaksakan diri, jika memang tidak sanggup kita sampai disini saja tidak
apa-apa” namum dalam hati saya ( saya tidak mau menyia-nyiakan moment ini). Saya
lalu bilang kita ngecamp di POS 3 saja karena hari juga sudah gelap, padahal
rencana awal saya dan teman ingin ngecamp di POS 5 atau POS 7. (mengalahkan ego
itu lebih susah dari pada terjadi yang tidak-tidak). Akhirnya sekitar jam 19.00
kami sampai di POS 3, saya sangat bersukur ALHAMDULILAH, saya dan teman mulai
mendirikan tenda dan menata semua di dalamnya. ALHAMDULILAH lagi selesai kita
membuat Tenda hujan turun setelahnya, entah ini sudah di Rencanakan oleh ALLAH
atau bagaimana saya tidak tahu. Namun saya sangat bersyukur atas itu semua,
karena terhindar dari malam yang mencekam dan hujan yg cukup lebat.
(ini dia mas afry sang partner hebat saya)
Akhirnya saat malam itupun saya dan teman-teman membuat
kesepakatan untuk sumith jam 3 menuju puncak. Awalnya mas afry ragu akan
rencana saya ini, namun saya meyakinkanya kalau saya sudah pulih setelah
beristirahat. Akhirnya saat yang di nanti itupun tiba tepat pukul 02.00 saya
bangun, karena hanya memang saya yang memasang Alarm saat itu. Saya membangunkan
ke dua teman saya Mas Afry dan Dimas, dan saya juga membuatkan mereka berdua
minuman panas agar tubuh mereka tidak terlalu kedinginan. Tepat jam 03.00 kami
semua siap, kebetulan sebelah tenda kami rombongan dari purwakarta ikut
track/sumith jam 03.00 juga. Alhamdulilah kita ketambahan 9 personil jadi ber
duabelas J. Namun
sesampainya di POS 5 saya dan teman-teman memutuskan untuk lanjut duluan,
sempat ada kendala teman saya DIMAS mengalami mual-mual. Namun dia masih kuat
untuk melakukan perjalanan ke PUNCAK SLAMET. Alhamdulilah sesampainya di POS 7
mentari terbit walau masih jam 05.30 namun cukup cerah untuk melakukan track. Sesampainya
di monumen BIMO ADITYA PRATAMA .
saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan foto-foto karena memang viewnya
bagus sekali, lagi-lagi DIMAS terpisah dari saya dan Mas Afry. Saya berfikir
paling dia sudah di puncak duluan, jadi saya menyusul DIMAS untuk menemuinya
duluan dan Mas Afry di belakang siapa tau dia juga tidak sengaja bertemu DIMAS.
(In Memorian BIMO ADITYA PRATAMA)
(View dekat monumen BIMO ADITYA PRATAMA)
(Track menuju puncak slamet)
Sesampainya di puncak pukul 07.00 saya cari di sekeliling
tidak ketemu DIMAS, saya teriaki namanya juga tidak ada balasanya. Lalu saya
tunggu Mas Afry untuk bertanya apakah dalam perjalanannya tadi dia bertemu
DIMAS? Mas Afry bilang “tidak”. Saya dan Mas Afry makin khawatir dan berpikiran
mungkin sudah turun dahulu, jadi saya berharap DIMAS tidak apa-apa (karena tadi
sempat mual-mual). Setelah itu saya mengajak mas afry untuk menuju kawah SLAMET
karena moment di kawahnya itu sangat indah walau berkabut. Kami berfoto di tugu
PUNCAK SURONO , saya dan Mas Afry bersyukur karena dengan ini semua SEVEN SUMITH DI JAWA TENGAH berhasil
kami taklukan. Saya bersyukur akan itu semua, karena impian Saya dan Mas Afry
akhirnya terwujud walau dengan macam-macam kejadian yang telah kami lalui
sebelumnya. Tidak lama kami di atas Puncak Slamet karena Mas Afry sendiri sudah
tidak kuat akan Hawa dinginya dan buru-buru mengajak turun akhirnya saya
mengiyakan keinginan partner hebat saya ini. Sebelum turun kami juga sempat
mengabadikan moment-moment indah saat di PUNCAK SLAMET.
(Beberapa view di atas puncak SLAMET)
Kami turun pukul 07.45 hampir jam 08.00, saya dan mas afry
turun dengan hati-hati terutama mas afry karena sebenarnya dia itu PHOBIA akan
ketinggian hehe (tapi hebat dia bisa sampe mana-mana). Jadi otomatis saya turun
dahulu dan menunggunya di dekat POS 9. Sekitar setengah jam saya menunggu saya
juga bertemu sesama pendaki yang berasal dari purbalingga tapi dia seseorang
yang menurut saya berpengalaman . saya pun mengobrol banyak denganya dan sempat
bertukar nomor telepon karena dia bilang ingin main ke gunung ungaran, setalah
mas afry tiba dan istirahat sebentar karena kebetulan logistik minum dan makan
saya yang bawa. Kamipun turun langsung menuju ke POS 3 tempat di mana tenda
kami berdiri dan kemungkinan juga DIMAS sudah disana. Dan betul saja Dimas
sudah berada di warung POS 3. Saya bersyukur karena dia tidak apa-apa, namun
saya juga menyesal karena tidak bisa berfoto bertiga di puncak .
(ini dia DIMAS teman saya dari semarang yang beberapa kali terpisah dari rombongan)
Saya dan teman-teman memutuskan untuk turun jam 14.00 jadi kami samapai di POS 3 jam 10.00
istirhat (alias makan ngemil tidur) dan bangun jam 13.30. Untuk meringkas
peralatan kami semua. Alhamdulilah selama jalan turun sampai ke basecamp semua
lancar. Cukup cepat turunya karena sampai di base camp itu jam 17.00. kita lalu
registrasi kembali ke pihak basecamp untuk mengambil identitas diri (KTPnya Mas
Afry), ada yang unik di sini karena sebelum kalian bisa mengambil identitas
diri kalian harus menunjukan sampah kalian selama di atas sana. Jadi ini
membuat kedisplinan juga kepada setiap pendaki yang ada, saya sangat suka cara
ini J.
(Moment saat turun)
Untuk mempersingkat waktu akhirnya kami pun segera
bersih-bersih dan langsung lanjut perjalanan pulang. Namun cuaca berkata lain
yang tadinya sangat cerah tiba-tiba mendung berkabut dan hujanpun turun posisi
kami masih di sekitaran bambangan. Saya memutuskan untuk berhenti di salah satu
warung makan (saya lupa namanya) namun pemilik warung ini sangat baik terhadap
kami bertiga beliau mengijinkan kami bertiga untuk rehat dan tidur sejenak
tidak apa-apa. Setelah selesai makan dan menunggu hujan tak kunjung reda dari
jam 19.00-22.00 saya dan teman-teman memutuskan memejamkan mata sejenak, tepat
pukul 22.00 hujan reda tidak menyia –nyiakan moment tersebut kami bergegas
pamit . tapi tidak bisa langsung pamit kepada pemilik warung karena beliau
sudah tutup jam 21.00 jadi kami mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikanya
itu. Lanjut setelah sampai di daerah BANJAR NEGARA hujan kembali mengguyur kami
dan berhenti lagi sekitar 30 menit. Tidak lama tapi jam sudah menunjuka pukul
23.30 , hampir tengah malam kita masih berada di BANJAR NEGARA. Alhamdulilah agak
terang kita lanjut jalan sampai di wonosobo terang dan kami pun melaju
kendaraan sekitar 80-100km/jam cukup kencang memang mengingat mengejar waktu
juga dan mata mulai berat. Sempat 2 kali berhenti untuk istirahat dan akhirnya
lanjut lagi , titik point terkahir saya bilang berkumpul di rumah saya. Dan benar
saja sekitar jam 03.00 saya baru sampai rumah di susul DIMAS dan MAS AFRY,
sungguh petualangan yang hebat dan penuh akan kejutan .
(Moment pulang dari warung)
(Moment abis hujan di BANJAR NEGARA)
(Mas afry gak mau kalah :D)
(salah satu moment istirhat di ****mart)
Sekian sedikit kisah perjalanan saya selama mendaki GUNUNG SLAMET
Penuh akan kejutan dan Hal-hal baru menurut saya
Saya banyak terimakasih kepada ALLAH SWT karena telah melindungi Saya dan Teman-teman
Serta ijin dari orang tua pastinya :)
Pesan dan Kesan dari Saya sendiri untuk perjalanan panjang ini :
Pesan : Tetap sopan di manapun kamu berada, hati-hati jangan gegabah dan solid terhadap teman-temanmu . Perbanyak Doa dan Tawakal sama Allah SWT :)
Kesan : Saya memiliki seorang teman yang sangat hebat Mas Afry dan Dimas. tidak gampang menyerah dan selalu memberi dukungan. serta pengalaman berharga untuk saya bisa menyelesaikan SEVEN SUMITH JAWA TENGAH :)
Jika terdapat tulisan saya yang kurang pantas di baca tolong kritik dan saran ya teman-teman
karena saya sendiri masih belajar untuk membuat artikel serta Blog ini :)
Terima kasih
Wasslamualaikum.wr.wb



















